Jembatan Kewek di pusat Kota Yogyakarta kembali menjadi sorotan setelah hasil kajian teknis menunjukkan bahwa struktur jembatan tua berusia lebih dari 100 tahun ini berada dalam kondisi kritis. Jembatan yang dibangun pada awal 1920-an itu kini disebut hanya menyisakan sebagian kecil kekuatan untuk menahan beban kendaraan.
Namun perhatian terhadap Jembatan Kewek tidak hanya terkait faktor keselamatan semata. Arus kendaraan yang melintasi kawasan ini berhubungan langsung dengan aktivitas perdagangan di sejumlah pusat grosir populer di Jogja, mulai dari kawasan Malioboro, Mangkubumi, hingga Kotabaru.
Penghubung Penting Menuju Area Grosir
Jembatan Kewek selama ini menjadi jalur utama yang menghubungkan berbagai titik belanja grosir di Yogyakarta, di antaranya:
Grosir Malioboro (pakaian, oleh-oleh, dan kebutuhan wisata)
Pusat Grosir Mangkubumi (tekstil, fashion, dan produk UMKM)
Area perdagangan di Kotabaru dan stasiun Tugu
Setiap hari terutama akhir pekan dan musim liburan—mobilitas pedagang, pembeli, dan distribusi barang melalui kawasan ini sangat tinggi. Tidak heran jika kondisi kritis jembatan ini turut menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha.
Pembatasan Kendaraan Berat Berpotensi Mempengaruhi Distribusi
Pemerintah Kota Yogyakarta telah merencanakan beberapa langkah antisipatif, seperti:
Melarang bus dan truk melintasi Jembatan Kewek
Membuat garis larangan parkir untuk menghindari beban statis
Menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk rehabilitasi jembatan
Mengajukan anggaran perbaikan hingga lebih dari Rp 12 miliar
Kebijakan pembatasan kendaraan berat ini memiliki kemungkinan dampak bagi aktivitas grosir, terutama untuk kendaraan pengangkut barang yang biasa keluar masuk ke kawasan pusat perdagangan.
Akhir Pekan Paling Terasa Dampaknya
Setiap akhir pekan, arus perjalanan wisatawan menuju Malioboro dan pusat grosir sekitarnya meningkat tajam. Dengan kondisi jembatan yang kritis, kepadatan ini bisa memicu kemacetan di titik-titik alternatif seperti:
Jalan Pasar Kembang
Jalan Mataram
Terowongan Stasiun Tugu
Jalan Abu Bakar Ali
Para pedagang grosir mengaku perlu mengatur ulang waktu pengiriman atau mencari jalur alternatif demi memastikan barang tetap sampai tepat waktu.
Harapan Warga dan Pelaku Usaha
Warga sekitar maupun pelaku usaha berharap pemerintah bergerak cepat dalam rencana rehabilitasi, mengingat keamanan pengguna jalan hingga kelancaran distribusi barang ke pusat grosir Jogja sangat bergantung pada kondisi Jembatan Kewek.
